Instalasi dan Konfigurasi PHP Pada Sistem Operasi Windows 7


Halo sobat blogger, akhirnya kita dipertemukan lagi. :D
Setelah menginstall web server Apache sebelumnya, selanjutnya kita akan coba menginstall PHP di Windows 7, bagi yang belum menginstall Apache bisa klik link disini.

Langsung aja, cekidot.

Langkah2nya yaitu :
  1. Buka browser dan ketikkan alamat berikut untuk download file instalasinya dulu http://windows.php.net/download/. Kali ini kita memakai PHP 5.3, Scroll Down kemudian pilih VC9 x86 Thread Safe dan download file .zip.nya.


  2. Buat Folder dengan nama PHP pada drive C untuk meletakkan semua file hasil downloadan tadi yang sebelumnya sudah diekstrak,


  3. Copy semua hasil ekstraknya PHP.zip pada folder PHP di drive C yang sudah dibuat.


  4. Copy file php.ini-development pada folder PHP.


  5. Kemudian paste pada pada folder yang sama,


  6. Rename file hasil copynya tadi (php.2.ini-development), menjadi php.ini. Windows akan memberikan peringatan saat rename file. Pilih Yes untuk melanjutkan ,





  7. Kemudian menyambungkan Apache web server dengan PHP caranya dengan mengedit file Apache Configuration, httpd.conf. Masuk Starr -> All Programs -> Apache HTTP Server 2.2 -> Configure Apache Server -> Edit the Apache httpd.conf Configuration File.



  8. Tambahkan LoadModule php5_module "c:/PHP/php5apache2_2.dll"


  9. Carilah “AddType” dan tambahkan dibawahnya AddType application/x-httpd-php .php

  10. Kemudian cari lagi pada akhir baris file httpd.conf, dan tambahkan line berikut PHPIniDir "C:/PHP"


  11. Carilah DocumentRoot pada file httpd.conf, DocumentRoot secara default berada di C:/Apache/htdocs, jika kamu ingin mengganti DocumentRoot buatlah folder pada drive C, misal  dalam contoh ini dengan nama websites (C:/websites). Hal ini untuk memudahkan kita pada saat membuat file web, Gantilah DocumentRoot dengan C:/websites.



  12. Ubahlah <Directory "C:/Apache/htdocs"> menjadi <Directory "C:/websites">



  13. Kemudian simpan hasil editannya dengan menekan Ctrl+S atau File – Save


  14. Klik kanan pada php.ini dan buka dengan Notepad



  15. Carilah error_reporting = E_ALL | E_STRICT dan ubah menjadi error_reporting = E_ALL & ~E_NOTICE



  16. Carilah display_errors dan set ke On

  17. Carilah ; extension_dir = "ext" dan tambahkan di bawahnya dengan kata berikut, extension_dir = C:\PHP\ext



  18. Simpan file tersebut yang telah diedit.

  19. Kemudian restart computer sobat.

  20. Buatlah file php di Notepad untuk mengetes apakah php sudah terinstall dengan benar atau belum. Kemudian simpan file tersebut di C:/websites yang telah dibuat tadi dengan nama phpinfo.php



  21. Buka browser dan ketikkan http://localhost/phpinfo.php. Jika keluar info dari versi php yang telah diinstall maka php telah berhasil diinstall.



    Semoga apa yang saya posting, bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk sobat semua.
    Sekian dan Salam blogger,,, ^_^
Read more »

Instalasi dan Konfigurasi Apache di Sistem Operasi Windows 7


Halo sobat blogger, kali ini saya akan posting. Bagaimana cara menginstall Apache, PHP, dan MySQL dan cara konfigurasi untuk menyambungkan ketiga proses tersebut.
Oke langsung bisa simak aja, cekidot. :D

Yang pertama instalasi Apache dulu sebagai web servernya, berikut tutorialnya, :)

  1. Buka browser setelah itu masukkan alamat situs Apache untuk download terlebih dahulu, bisa langsung klik aja disini http://httpd.apache.org/download.cgi. Kemudian download file Win32 Binary without crypto (no mod_ssl) (MSI Installer), klik link httpd-2.2.25-win32-x86-no_ssl.msi.



  2.  Buka file installer apache yang sudah didownload, kemudian klik next untuk melanjutkan instalasinya,

  3. Centang pada kotak “I accept the terms in the license agreement”, kemudian klik next untuk melanjutkan instalasinya,


  4. Klik Next untuk melanjutkan instalasinya,


  5. Ketikkan localhost pada Network Domain dan Server Name. Sedangkan pada Administrator Email Address isikan webmaster@localhost. Klik Next untuk melanjutkan instalasinya,


  6. Pilih Typical dan klik Next untuk melanjutkan instalasinya,


  7. Secara default file apache akan diinstall di C:\Program Files, klik Change untuk mengubah tempat instalasi. Sebagai contoh klik tombol Change, isikan C:\Apache pada folder name kemudian klik Ok. Klik Next untuk melanjutkan instalasinya,




  8. Klik Install

  9.  Tunggu hingga proses instalasinya selesai,

  10. Klik Finish


  11. Cek apakah server sudah running, klik icon apache pada system tray windows 7. Pilih Start untuk menjalankan apachenya,


  12. Ketikkan http://localhost pada browser, jika kemudian keluar tulisan “It Works!” maka instalasi Apache berhasil.


    Alhamdulillah akhirnya selesai juga,
    Semoga bisa membantu para sobat blogger, ^_^
Read more »

Kelebihan dan Kekurangan Model Proces


1. WATERFALL/ MODEL LINEAR SEQUENTIAL

Waterfall/ Model Linear Sequential merupakan paradigma rekayasa perangkat lunak yang paling tua dan paling banyak dipakai.

  • Kelebihan Waterfall/ Model Linear Sequential :

  1. Mudah diaplikasikan
  2. Memberikan template tentang metode analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan

  • Kekurangan Waterfall/ Model Linear Sequential :

  1. Terjadinya pembagian proyek menjadi tahap-tahap yang tidak fleksibel, karena komitmen harus dilakukan pada tahap awal proses
  2. Sulit untuk mengalami perubahan kebutuhan yang diinginkan customer
  3. Customer harus sabar untuk menanti produk selesai, karena dikerjakan tahap per tahap,menyelesaikan tahap awal baru bisa ke tahap selanjutnya
  4. Perubahan ditengah-tengah pengerjaan produk akan membuat bingung team work yang sedang membuat produk
  5. Adanya waktu menganggur bagi pengembang, karena harus menunggu anggota tim proyek lainnya menuntaskan pekerjaannya

Cocok digunakan untuk produk software yang sudah jelas kebutuhannya di awal, sehingga minim kesalahannya

2. MODEL INCREMENT

Model Increment merupakan kombinasi linear sequential model dan filosofi pengulangan dari prototyping model.

  • Kelebihan model Increment :

  1. Mampu mengakomodasi perubahan kebutuhan customer

  • Kekurangan model Increment :

  1. Hanya akan berhasil jika tidak ada staffing untuk penerapan secara menyeluruh
  2. Penambahan staf dilakukan jika hasil incremental akan dikembangkan lebih lanjut
  3. Hanya cocok untuk proyek dengan skala kecil
Cocok digunakan bila pembuat software tidak banyak/kekurangan pembuat

3. MODEL PROTOTYPING

Model Prototyping merupakan model yang dapat diterapkan pada model apapun. 
Model ini tidak memerlukan data yang lengkap dari sisi client dan banyaknya keraguan dari pembuat software karena kondisi yang belum diketahui (seberapa besar software, bagaimana sistem penerapannya).

  • Kelebihan model Prototyping :

  1. Menghemat waktu pengembangan
  2. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
  3. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
  4. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya
  5. User dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan sistem

  • Kekurangan model Prototyping :

  1. Proses analisis dan perancangan terlalu singkat
  2. Biasanya kurang fleksible dalam mengahadapi perubahan
  3. Walaupun pemakai melihat berbagai perbaikan dari setiap versi prototype, tetapi pemakai mungkin tidak menyadari bahwa versi tersebut dibuat tanpa memperhatikan kualitas dan pemeliharaan jangka panjang
  4. Pengembang kadang-kadang membuat kompromi implementasi dengan menggunakan sistem operasi yang tidak relevan dan algoritma yang tidak efisien

Cocok digunakan bila pemakai hanya mendefinisikan objektif umum dari perangkat lunak tanpa merinci kebutuhan input, pemrosesan dan outputnya, sementara pengembang tidak begitu yakin akan efisiensi algoritma, adaptasi sistem operasi, atau bentuk interaksi manusia-mesin yang harus diambil.

4. MODEL SPIRAL

Model spiral merupakan model proses perangkat lunak yang memadukan wujud pengulangan dari model prototyping dengan aspek pengendalian dan sistematika dari linear sequential model.

  • Kelebihan model Spiral :

  1. Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses

  • Kekurangan model Spiral :

  1. Sulit untuk meyakinkan pemakai (saat situasi kontrak) bahwa penggunaan pendekatan ini akan dapat dikendalikan
  2. Memerlukan tenaga ahli untuk memperkirakan resiko, dan harus mengandalkannya supaya sukses
  3. Belum terbukti apakah metode ini cukup efisien karena usianya yang relatif baru

Cocok digunakan untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.

5. V MODEL

V Model merupakan model pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada hubungan antara setiap fase pengembangan siklus hidup yang tercantum dalam model Waterfall yang merupakan pengembangan perangkat lunak dan fase yang terkait pengujian.

  • Kelebihan V Model :

  1. V Model sangat fleksibel. V Model mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dan tool secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untukmenambahkan method dan tool baru atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolete.
  2. V Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. User dari V Model berpartisipasi dalam change control board yang memproses semua change request terhadap V Model.

  • Kekurangan V Model :

  1. V Model adalah model yang  project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek.
  2. V Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activity dalam V Model yang digambarkanterlalu abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalam activity tersebut dan apa yang tidak.

Cocok digunakan untuk projek yang ukuran yang kecil atau medium , model nya sama seperti waterfall tetapi yang membedakan dalam setiap proses ini, dalam proses ini memiliki akomodasi yang banyak dalam perencanaan untuk menguji dan setiap tahapannya harus di uji, setiap proses harus jelas.
Read more »

 
Powered by Blogger