Multi-User DBMS Architectures



Halo para sobat bloger, saat ini saya akan menjelaskan beberapa Multi-User DBMS Architectures beserta kelebihan dan kekurangannya serta apa sih yang paling bagus dari beberapa Multi-User tersebut,
Postingan ini ditujukan untuk mengerjakan tugas Basis Data, oke langsung aja. ^_^

Multi-User DBMS Architectures :

1) Teleprocessing

Teleprocessing adalah suatu arsitektur tradisional untuk multi-user system, dimana sebuah CPU terhubung dengan beberapa workstation.

Gambar 1. Arsitektur Teleprocessing

Pada Arsitektur ini semua pemrosesan dikerjakan dalam batasan fisik komputer yang sama. Terminal untuk pemakai berjenis 'dumb', yang tidak dapat berfungsi sendiri dan masing-masing dihubungkan ke komputer pusat. Terminal-terminal tersebut mengirimkan pesan melalui subsistem pengontrol komunikasi pada sistem operasi ke program aplikasi, yang bergantian menggunakan layanan DBMS. 

Dengan cara yang sama, pesan dikembalikan ke terminal pemakai. Arsitektur ini menempatkan beban yang besar pada komputer pusat yang tidak hanya menjalankan program aplikasi  tetapi juga harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan pada terminal seperti format data untuk tampilan di monitor.

Kelebihannya :
  1. Murahnya biaya  telekomunikasi sekarang ini memungkinkan terminal terminal untuk saling berhubungan untuk membentuk real time systems.
  2. Memungkinkan pemakai komputer bersama – sama menggunakan computer.
  3. Komputer akan membagi waktunya bergantian untuk tiap – tiap pemakai.
  4. Dengan time sharing systems sekarang ini sebuah komputer pusat dapat melayani sampai ribuan terminal.
  5. Semua data dan program – program aplikasi tersimpan di hardisk komputer pusat.

Kekurangannya :
  1. Membutuhkan Komputer Besar atau Mainframe yang harganya sangat mahal.


2) File-Server Architecture

File-Server Architecture adalah suatu File-server yang dihubungkan  dengan  beberapa  workstation  melalui  jaringan  (network), Database  diletakan  pada  file-server,  DBMS  dan  aplikasi  dijalankan  pada  masing-masing workstation. 

Meskipun aplikasi dan DBMS dijalankan pada masing-masing workstation tetapi tetap meminta file dari file server jika diperlukan.

Gambar 2. Arsitektur File-Server

Dengan cara ini,file server berfungsi sebagai sebuah hard disk yang digunakan secara bersamaan.

Kelebihannya :
  1. Dapat membagi file seperti dokumen, spreadsheet, gambar dan database.
  2. File server menyimpan file-file yang dibutuhkan oleh aplikasi dan DBMS.
  3. Aplikasi dan DBMS bekerja pada masing-masing workstation, meminta file pada file server ketika dibutuhkan.
  4. File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.


Kekurangannya :
  1. Terdapat lalulintas jaringan yang besar sehingga mengakibatkan kepadatan jaringan.
  2. Masing-masing workstation membutuhkan copy DBMS.
  3. Kontrol terhadap  concurrency,  recovery dan  integrity menjadi lebih kompleks karena sejumlah DBMS mengakses file secara bersamaan.
  4. Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan.
3) Client-Server Architecture

Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan 
arsitektur  client-server.  Client-server menunjukkan cara komponen  software 
berinteraksi dalam bentuk sistem.

Dalam hal ini server  menangani  database  dan  DBMS,  dan Client  mengatur  user  interface  dan menjalankan aplikasi.

Gambar 3. Arsitektur Client-Server


Gambar 4. Alternative Client-Server Topologies


Tugas dari Client-Server :

Client :
  1. Mengatur user Interface.
  2. Menerima & memeriksa syntax input dari user.
  3. Membangun (Generates) permintaan DB dan mengirimkannya ke server.
  4. Memberikan respon balik ke user.


Server :
  1. Menerima & memroses permintaan DB dari client.
  2. Memeriksa autorisasi.
  3. Menjamin batasan integritas.
  4. Menampilkan queri/proses update dan mengirimkannya ke user.
  5. Memelihara System Catalog.
  6. Menyediakan kontrol recovery.
  7. Menyediakan akses DB yang akurat.

Kelebihannya :
  1. Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).
  2. Database server bertanggung jawab pada penyimpanan, pengaksesan, dan pemrosesan database.
  3. Beban jaringan menjadi berkurang.
  4. Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server.
  5. Akses yang lebih luas terhadap database.
  6. Meningkatkan performa.
  7. Pengurangan biaya hardware.
  8. Pengurangan biaya komunikasi.
  9. Peningkatan konsistensi.


Kekurangannya:
  1. Database server dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi.                  


4) Three Tier Architecture

Three Tier Architecture merupakan inovasi dari arsitektur client-server. Pada arsitektur Three-tier ini terdapat  application  server yang berdiri di antara client dan database server. Contoh dari application server adalah IIS (Internet Information Services), WebSphere, dan sebagainya

Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Dimana yang dikembangkan saat ini menggunakan ASP (Active Server Pages). Sehingga dapat menempatkan beberapa business logic pada tier tersebut.  Arsitektur  Three-Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan  Web Application. Karena dengan menggunakan  Web Application,  Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke application server dan diolah berdasarkan  business process. Selanjutnya application server akan melakukan komunikasi dengan database server. 

Gambar 5. Arsitektur Three Tier

Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidthKarena aplikasinya berbasiskan web, maka application server selalu mengirimkan Web  application-nya ke komputer client.  Application server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server. Konsep Arsitektur Three-Tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasi - aplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.

Kelebihannya:
  1. Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
  2. Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah.
  3. Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client.
  4. Skala besar.
  5. Keamanan dibelakang firewall.
  6. Transfer informasi antara web server dan server database optimal.
  7. Komunikasi antara sistem-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.
  8. Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database.


Kekurangannya :
  1. Lebih susah untuk merancang.
  2. Lebih susah untuk mengatur.
  3. Lebih mahal.
Kesimpulan :

Dari perbandingan keempat arsitektur diatas menurut saya yang paling bagus adalah Three Tier Architecture, mengapa saya memilih arsitektur tersebut, karena :
  1. Three Tier Architecture merupakan inovasi dari arsitektur client-server, yang memungkinkan lebih unggul dari arsitektur lainnya.
  2. Dari Konsep gambar Three-tier tersebut memungkinkan adanya pemisahan secara fisik antara database server dan application server pada server yang berbeda sehingga diharapkan dapat meningkatkan keamanan pada sisi databasenya.
  3. Memungkinkan diterapkannya backup server jika Application Server mengalami masalah. Hal ini dapat mengurangi resiko hilangnya data pada database server yang diakibatkan oleh kerusakan hardware komputer, kesalahan user, virus, dan lain sebagainya, karena  Application Server ini bisa ditempatkan di server mana saja asalkan terkoneksi dengan jaringan yang ada dilingkungan intranet, jika sewaktu-waktu server mengalami masalah.
  4. Arsitektur ini kebanyakan diimplementasikan dengan menggunakan  Web Application, karena itu arsitektur ini hanya akan melakukan instalasi Web Browser, sehingga harga yang harus dibayar lebih kecil dari arsitektur lainnya.
Dari alasan itulah mengapa saya memilih Three Tier Architecture tersebut yang paling bagus dari lainnya, disamping itu juga dari kelebihan yang sudah saya sebutkan diatas tentang Three Tier Architecture tersebut yang lebih unggul dari lainnya.

Oke, moga postingan ini bisa menambah pengetahuan dan manfaat bagi para sobat blogger sekalian. Amin, Thanks before,,, ^_^

Note : Sebelum keluar dari situs ini,tolong blog ini di follow dan berikan komentar untuk blog ini serta juga Untuk para blogger alangkah bagusnya bila kita saling bertukar informasi,demi kemajuan blog kita berdua...

Trim's... ^_^

1 komentar:

Unknown mengatakan...

mantap

Posting Komentar

 
Powered by Blogger